KONSEP DASAR MENULIS : Pengantar Materi Penulisan

KONSEP DASAR MENULIS : Pengantar Materi Penulisan

Awalilah menulis dengan hati, setelah itu perbaiki tulisan dengan pikiran. Kunci pertama menulis adalah bukan pikiran, melainkan mengungkap apa saja yang dirasakan. (William Forrester)

MENULIS & KOMUNIKASI
• Menulis pada dasarnya adalah sebuah proses negosiasi dan transaksi
• Menulis bagian dari 4 keterampilan berbahasa Bagan 4 Keterampilan Berbahasa

HAKIKAT MENULIS
• Tulisan adalah hasil dari kegiatan menulis.
• Tulisan merupakan wujud jadi proses menulis yang dapat dibaca, dipahami, dan dinikmati oleh para pembaca.
• Tarigan (1986: 21) menyatakan bahwa menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambanglambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.
• Marwoto, dkk. (1987: 12) memberi pengertian menulis sebagi kemampuan seseorang untuk mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuan, ilmu, pengalaman-pengalaman hidupnya dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca, dan dapat dipahami orang lain.
• Enre (1988: 5-8) bahwa menulis adalah kemampuan menyusun atau menegosiasikan buah pikiran, ide, gagasan, dan pengalaman dengan menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar.

Intinya …
• menulis adalah sebuah kegiatan menuangkan ide, gagasan, pikiran, perasaan dalam bahasa tulis untuk dapat dikomunikasikan pada orang lain
• 2 hal yang terlibat dalam tulisan adalah: organisasi isi tulisan dan organisasi bahasa

Tulisan: Cerminan Pikiran
• PERBUATAN
• PIKIRAN
• PERKATAAN
• PERILAKU

Tulisan : Wujud ide yang Kompleks
• Gagasan yang akan disampaikan dibungkus oleh tuturan, tatanan, wahana hingga membentuk sebuah tulisan (Gie, 2002: 4-6)
• Gagasan yang dimaksud dapat berupa ide, pengalaman, perasaan, atau pengetahuan yang ada dalam pikiran seseorang.
• Tuturan adalah wujud gagasan yang meliputi berbagai bentuk sesuai tujuan penuturannya, yang berupa penceritaan (narasi), pelukisan (deskripsi), pemaparan (eksposisi), perbincangan (dialog), dan sebagainya.
• Tatanan ini adalah tertib pengaturan dan penyusunan gagasan dengan memperhatikan berbagai asas, aturan, teknik, sampai merencanakan rangka dan langkah.
• Wahana adalah sarana yang berupa bahasa tulis dan mencakup kosakata, gramatika, dan retorika.

FUNGSI MENULIS
• Prinsipnya fungsi utama menulis adalah sebagai alat komunikasi tidak langsung (Tarigan, 1986: 23)
• Darmadi (1996: 3) mengemukakan bahwa tulisan memiliki beberapa fungsi penting yaitu:
1. sebagai suatu sarana menemukan sesuatu,
2. memunculkan ide baru,
3. melatih kemampuan mengorganisasi dan menjernihkan berbagai konsep atau ide yang kita miliki,
4. melatih sikap objektif yang ada pada diri seseorang,
5. membantu diri kita untuk menyerap dan memproses informasi,
6. melatih kita memecahkan berbagai masalah sekaligus, dan
7. menjadikan kita aktif dan tida sekedar menjadi penerima informasi.

• Marwoto (1987: 19) menyebutkan bahwa menulis memberikan beberapa fungsi, seperti:
1. memperdalam pemahaman suatu ilmu,
2. bisa membuktikan sekaligus menyadari ilmu pengetahuan, ide, dan pengalaman hidup,
3. menyumbang pengalaman, pengetahuan, dan ide yang berguna bagi masyarakat secara lebih luas,
4. meningkatkan prestasi kerja, dan
5. memperlancar perkembangan ilmu, teknologi, dan seni.

TUJUAN MENULIS
• Tujuan menulis adalah untuk mengungkapkan ide, gagasan, perasaan, pikiran, pendapat secara jelas dan efektif kepada pembaca.
• Morsey (1976) berpendapat bahwa tulisan digunakan oleh orang-orang terpelajar untuk merekam, meyakinkan, melaporkan, serta mempengaruhi orang lain (Sesuai Genre Tulisan)

MANFAAT MENULIS
• Manfaat : Nilai
• 6 jenis nilai dalam menulis (Gie, 2002: 19 – 20) yaitu:
1) nilai kecerdasan,
2) nilai kependidikan,
3) nilai kejiwaan,
4) nilai kemasyarakatan,
5) nilai keuangan, dan
6) nilai kefilsafatan.

• Percy (The Power of Creative Writting), manfaat menulis:
1. sarana pengungkapan diri (a tool for self expression).
2. sarana untuk pemahaman (a tool for understanding).
3. sarana untuk membantu mengembangkan kepuasan pribadi, kebanggaan, dan suatu perasaan harga
diri ( a tool to help developing personal satisfaction, pride, and a feeling of self – worth).
4. sarana untuk meningkatkan kesadaran dan pencerapan terhadap lingkungan sekeliling seseorang ( a
tool for increasing awareness and perception of one’s environment).
5. sarana untukketerlibatan secara bersemangat dan bukannya penerimaan yang pasrah ( a tool for
active involvement, not passive acceptance).
6. sarana untuk mengembangkan suatu pemahaman tentang dan kemampuan menggunakan bahasa
(a tool for developing an understanding of and ability to use the language).

INGAT… Ideas are only seeds, to pick the crops needs perspiration.
________________________________________________
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Ari%20Kusmiatun,%20S.Pd.,M.Hum./KONSEP%20DASAR%20MENULIS.pdf

Menulis tentang Hal Luar Biasa

images_Kriteria tulisan BagusPernahkah kamu membaca tabloid? Mungkin membaca sekilas judul-judulnya sambil menunggu antrean di toko kelontong? “Wanita Melahirkan Bayi Tiga Puluh Kilo”, “Seorang Pria Ditangkap Makhluk Asing, Dipaksa Menyanyikan Lagu Patriotik untuk Kembali ke Bumi”, “Mantan Pegulat Profesional Terpilih sebagai Gubernur” (ini kenyataan). Pernahkah kamu bertanya-tanya, dari mana cerita-cerita ganjil ini berasal?

Kejadian luar biasa terjadi di seluruh dunia setiap waktu. Untuk menemukan yang unik dan tidak biasa, amati apa yang terjadi di sekitarmu. Hal-hal aneh apakah yang terjadi di dalam kehidupanmu? Orang luar biasa yang kamu ketahui? Mengenai apakah cerita luar biasamu? Memang, cerita luar biasamu mungkin bukan mengenai sesuatu yang seaneh bertemu makhluk asing, tetapi hidup sering menyajikan segala macam kejadian aneh-tapi-nyata: seorang tetangga yang mendengkur begitu keras sehingga kamu dapat mendengarnya dari dalam rumahmu atau seorang sepupu yang memainkan lagu di piano secara sempurna setelah mendengarnya hanya sekali di radio (dan ia tidak pernah mengikuti kursus piano). Lihat ke masa lalumu: mungkin kamu punya leluhur yang ternyata aktor atau politisi ternama … atau seorang perampok bank!

Jelajahi hal-hal tidak biasa atau tidak terduga dalam kehidupanmu dan dalam tulisanmu. Rentangkan kebenaran sedikit, jika kamu mau. Tulislah sebuah cerita yang sebenarnya jauh, tetapi terasa terjadi di rumah sendiri jika dimuat dalam sebuah tabloid.

 

Nulis, Yuk! … 

Tulislah sebuah cerita “tabloid” mengenai dirimu atau seorang kerabatmu. Ciri-ciri aneh dan lucu apakah yang ada dalam keluargamu? Kejadian luar biasa apa yang pernah terjadi? Jika tak satu pun terlintas dalam pikiran, galilah masa lalu atau berbicaralah dengan anggota keluarga untuk mendapat beberapa inspirasi. Melihat-lihat album foto, buku harian lama, atau buku bayi adalah cara hebat untuk mengungkap informasi mengenai sejarah keluargamu.

Leluasalah untuk menjabarkan (bahkan membesar-besarkan) ceritamu. Bagaimana kamu dapat membuat dirimu atau kerabatmu tampak luar biasa? Jika kamu mengungkapkan orang terkenal atau seorang biang kerok dalam silsilah keluargamu, kamu dapat menuliskan gambaran tentang bagaimana seandainya kamu dapat bertemu dengan mereka kini. Cerita apa yang dapat kamu ceritakan mengenai leluhurmu yang lainnya? Bagaimana pertemuan dengan mereka akan memengaruhimu? Apakah kamu merasa bangga atau mungkin tidak begitu bangga memiliki mereka sebagai bagian dari sejarahmu? Apakah kamu melihat kualitas serupa dalam dirimu? Apa yang dapat kamu pelajari dari kehidupan mereka? []

 

Sumber: disalin dari buku “Daripada Bete Nulis Aja!”, karangan Carry Mirriam-Goldberg, Ph.D., terbitan Kaifa for Teens, hal. 98-99.

Revisi Lebih Dalam: Menyimpan “Kesayangan-Kesayangan”-Mu

Beberapa tahun lalu, saya berada di sebuah lokakarya penulis, duduk di rumput di bawah pinggiran jalan di lereng sebuah gunung di New Hapshire. “Matikan kesayangan-kesayanganmu,” tiba-tiba penyair Jane Kenyon, si instruktur memberitahukan. “Bunuh kesayangan saya?” pikir saya. “Maksud Anda, memotong baris-baris terbaik saya!?” (Mereka dinamai kesayangan karena memang menjadi kesayangan bagi kita yang menulisnya.) “Ya, tepat sekali,” jawabnya. Dan itu merupakan saran yang bagus. Kadang-kadang, kamu menulis baris, paragraf, atau bagian yang demikian bagus sehingga kamu ingin menyimpannya dalam tulisanmu walaupun tidak cocok di sana. Walaupun itu melambatkan tulisanmu. Walaupun itu mengulang-ulang apa yang telah kamu katakan secara lebih baik di tempat lain.

Tetapi, baris itu begitu bagusnya sehingga kamu tidak ingin memotongnya. Dan tentunya kamu tidak ingin membunuhnya, betul kan? Oleh karena itu, pelan-pelan hilangkan itu dan pasang kembali ke dalam arsip kesayanganmu. Arsip ini bisa merupakan arsip sebenarnya, sebuah buku catatan, atau bahkan sebuah laci khusus. Tempat semua barang bagus yang kamu sunting dari tulisanmu–tempat kesayanganmu tersimpan dengan aman sehingga dapat berkembang ke dalam tulisan yang akan datang.

Saya suka menyimpan arsip kesayangan saya di dalam tas buku saya sehingga saya bisa melihatnya setiap waktu. Arsip ini adalah sumber terbaik yang pernah saya miliki untuk tulisan terbaru saya. Saya dapat membuka arsip saya, membaca kesayangan-kesayangan saya, meletakkannya di bagian atas halaman … dan mendapatkan sesuatu yang mengilhami sepotong tulisan segar.

Berikut ini adalah beberapa kalimatyang baru-baru ini menghuni arsip kesayangan saya. Jika kamu menyukainya, silakan saja menggunakannya!

  • Ini terjadi saat kamu setengah sadar, kesadaran yang tiba-tiba, kesadaran bahwa tak satu pun yang kamu ketahui atau yang kamu lakukan dapat menyiapkanmu menghadapi kehidupan.
  • “Tinggalkan semua itu,” kata anak laki-laki dalam mimpi saya. “Lalu, kembalilah kepadanya dengan berlari.”
  • Aku gadis yang membersihkan perabotan. Bahkan, kadang-kadang dinding sudut. Aku mencoba untuk tidak menyapu laba-laba.
  • Begitulah kamu memegang aprikot di telapak tanganmu–sebuah miniatur planet, dingin tanpa bermaksud begitu, lubangnya dipisahkan dari dagingnya oleh ruang yang sangat sempit. Kamu memegangnya dan berpikri ini akan mengubah segalanya.
  • Dow dalam bursa saham Dow Jones dan kata Asia tao terdengar persis sama, tapi maknanya sangat berlawanan.
  • Naikkan kerai. Naikkan seorang diri. Kembalilah tidur.

Revisi adalah proses ketika apa saja dapat terjadi. Ia dapat merupakan landasan meluncur yang mengangkatmu ke dalam cerita, puisi, sandiwara, esai, atau bentuk tulisanmu yang lainnya, melebihi yang pernah kamu harap bisa kamu tuliskan.

Jika kamu dapat melihat ke bawah permukaan tulisanmu.
Jika kamu dapat memotong yang tidak memuaskan dalam tulisanmu.
Jika kamu dapat melepas pergi saat kamu perlu melepas.
Jika kamu dapat mendorong dirimu untuk terus menulis, terus menulis kembali, terus merevisi, teruskanlah itu.
Ini bukan sebuah proses yang mudah, tetapi proses yang terus-menerus, untukmu dan untuk semua penulis.
Lakukanlah agar tulisan terbaikmu dapat tampil. []

Sumber: disalin dari buku “Daripada Bete Nulis Aja!” karangan Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D., terbitan Kaifa for Teens, hal. 176-178.

 

 

Revisi Lebih Dalam: Biarkan Tulisanmu Jatuh Ke dalam Rawa

Rawa adalah tempat misterius. Mereka dapat menelan objek-objek di suatu tempat dan kemudian menembakkannya ke permukaan di tempat lain. Dahan-dahan, binatang mati, bola tenis yang hilang mungkin tenggelam di bawah air dan kemudian muncul kembali bermil-mil jauhnya. Apa hubungannya dengan menulis?

Kadan-kadang, menulis perlu sekadar tenggelam di bawah air sesaat sehingga dapat muncul kembali di tempat lain. Dengan kata lain, ia perlu terjatuh ke dalam rawa. Jika kamu pernah merevisi sepotong tulisan berkali-kali, kemungkinan besar kesenangan dan kegairahan pertama yang mendorong menulis jadi hilang. Mungkin, proses menulis telah menjadi tugas yang menmbosankan, dan kamu berada pada satu titik saat kamu tidak dapat lagi mengetahui apakah mengubah sesuatu itu bagus atau buruk untuk tulisan itu. Jika kamu tidak dapat mengumpulkan antusiasme yang pernah kamu rasakan terhadap yang kamu tulis, itulah saatnya beristirahat.

Bentuklah “arsip rawa” tempat tulisanmu duduk bersantai selama seminggu, sebulan, atau bahkan lebih lama jika perlu. Saat kamu siap menyelesaikannya, buka arsip itu dan baca apa yang ada di sana. Kamu akan melihat titik terang. []

Sumber: disalin dari buku “Daripada Bete Nulis Aja!” karangan Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D., terbitan Kaifa for Teens, hal. 176.

mautic is open source marketing automation