Buku Tentang Menulis Yang Wajib Dibaca

  • 14 Agustus 2020

Ada banyak buku tentang menulis yang beredar. Yang memaparkan kiat-kiat praktis bagaimana menulis. Dari sekian banyak buku itu ada beberapa yang aku pikir sangat bagus, terutama karena aku memang mendapatkan manfaat yang sangat besar setelah membaca buku itu.

Ini beberapa diantaranya……..

1. Seandainya Saya Wartawan TEMPO, Editor Naskah Bambang Bujono dan Toriq Hadad, Penerbit ISAI dan Yayasan Alumni TEMPO 1996.

Buku ini diterbitkan tak lama setelah Majalah Berita Mingguan (MBM) TEMPO dibredel pemerintah Orde Baru. Menurut Goenawan Mohamad yang menulis pengantarnya, buku ini tadinya merupakan bahan pendidikan internal untuk mereka yang ingin berkecimpung di Tempo, yang kemudian diterbitkan untuk khalayak ramai.

Secara umum buku ini berisi panduan bagaimana menulis dengan corak seperti yang berlaku di MBM TEMPO. Yakni bagaimana menyajikan sebuah berita dengan gaya bercerita. Bagaimana menulis feature, yang menurut GM, sebelum TEMPO, teknik menulis seperti ini belum dikenal di Indonesia.

Buku ini diawali dengan bab yang membahas tentang feature, apa saja modal penting yang dibutuhkan dalam menulis, dilanjutkan dengan pembahasan bagaimana ‘mengail’ dengan lead dan seterusnya. Yang menarik, semua paparan yang dibahas dalam buku ini dilengkapi dengan contoh penggalan berita yang pernah dipublikasi di Tempo.

Ketika membahas tentang lead bercerita, misalnya, contoh yang dipaparkan adalah:

Kami makan anggur kematian, dan anggur itu lezat. Berair, biru kehitaman, manis dan asam. Mereka menggantungkan setandan anggur masak di beranda belakang rumah milik muslim yang istrinya belum lama tewas oleh bom orang Serbia. Ini senja di Bosnia, langit sama biru tuanya dengan anggur-anggur itu (TEMPO, 27 Maret 1993, “Potret Berdarah dari Dalam”).

Paparan dalam buku ini disampaikan dengan gaya yang menarik, ringan dan mudah dipahami. Sebagai pemanis, buku ini dilengkapi puluhan foto unik, yang menurut istilah GM, berupa rekaman adegan “sinting” para kru TEMPO, yang memang mengundang senyum.

Buku ini tadinya milik seorang teman. Karena tertarik, aku meminjamnya, dan karena gak pernah ditagih lama-lama aku menganggap buku ini sudah ‘balik nama’, xixixi. Secara pribadi aku mendapat banyak pelajaran dari buku ini, sekalipun, tentu saja, kualitas tulisanku masih jauh dari standar Majalah Tempo, hehehe.

Walau tergolong terbitan lama, isi buku ini masih sangat relevan dan aktual. Buku ini wajib dibaca oleh mereka yang ingin menjadi penulis feature. Kalau toh tak berminat jadi wartawan, setidaknya teknik menulis feature ini bisa diterapkan di blog.

 2. On Writing, Stephen King, penerbit Qanita PT Mizan Pustaka, 2005 

 Buku ini terbagi dalam dua bagian. Yang pertama semacam otobiografi dari penulisnya. King menceritakan masa kecilnya, kehidupan keluarganya dan bagaimana dia tertarik pada dunia tulis menulis. Sejak remaja, King sudah mencoba menulis cerpen dan mengirimkan ke sejumlah majalah.

Cerpen pertamanya ditolak. King mengambil paku, memalunya di dinding dan menancapkan surat penolakan di paku itu. Dan begitu seterusnya. Semua cerpennya ditolak dan suratnya ditancapkan di paku. ketika paku itu sudah penuh dia memalu paku kedua. Dan seterusnya. Surat penolakan yang ditancapkan pada paku dijadikannya sebagai pelecut untuk terus menulis. Dan akhirnya novel perdananya, Carrie, diterbitkan, laku keras bahkan difilmkan.

Bagian kedua berupa tips praktis bagaimana menulis, terutama membuat kisah fiksi. Untuk menjadi penulis, menurut King, seseorang harus banyak membaca. Dan tentu, harus banyak menulis (ya iya dong. Jika kebanyakan nyanyi ujung-ujungnya bisa jadi penyanyi, hehehe). Dalam memaparkan kiat-kiatnya King mengambil contoh sejumlah novel yang terbit di Amerika.

Buku ini sangat cocok untuk Anda yang ingin menjadi penulis, terutama kisah fiksi.

3. Arswendo Atmowiloto, Mengarang Novel itu Gampang, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama 2011.

Advertisements
Loading...

Buku ini merupakan edisi revisi dari judul sama yang pernah dipublikasi di tahun 1983. Buku ini memaparkan kiat bagaimana menjadi penulis novel. Yang membuat buku ini terasa unik adalah cara penuturannya yang dibuat dalam bentuk tanya jawab.

Karena ditulis seorang Arswendo, buku ini ditulis dengan ringan, kadang konyol, namun cerdas.

Buku ini memulai pembahasan tentang bagaimana menydiakan waktu, bagaimana mengembangkan karakter, dialog, dan hal terkait penulisan novel. Pada beberapa bagian Arswendo memberi contoh cuplikan novel yang ditulis sejumlah pengarang terkemuka Tanah Air (karena bukan pembaca novel Indonesia rata-rata contoh novel yang ditulis dalam buku ini tidak aku kenal, hehehe).

Di bagian akhir buku ada semacam bonus, yang mengurai proses kreatif terciptanya serial Keluarga Cemara, yang awalnya berupa cerita bersambung di majalah remaja hingga menjadi sinetron. Juga dipaparkan latar belakang dan proses penulisan kisah silat Senopati Pamungkas. Bahwa ternyata, dulu, Arswendo adalah penggemar cersil!!

Buku ini wajib dibaca oleh mereka yang ingin menjadi penulis novel.

4.  66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog, diterbitkan PT Elex Media Komputindo 2012

Berbeda dengan tiga buku sebelumnya, buku 66 Jurus mabuk ini lebih fokus ke tips ngeblog. Berisi 66 falsafah dan jurus yang berlaku di dunia persilatan yang bisa diaplikasikan ke kegiatan ngeblog. Buku ini ditulis oleh seorang blogger yang mulai ngeblog tahun 2008.

Jadi apa yang dipaparkan bukan sebatas teori, namun hasil pengamatan dan pengalaman selama bertahun-tahun nulis di blog.

Teori dan falsafah ilmu silat didapat penulisnya hasil berguru ke sejumlah ‘pendekar’ silat seperti Kho Ping Hoo, Chin Yung dan Khu Lung, hehehe. Sebagian besar jurus silat dalam buku ini benar-benar ada, dan hanya sebagian kecil hasil rekaan penulisnya.

Saat baru terbit, Buku ’66 Jurus Mabuk Buat Ngeblog’ ini pernah direview oleh sejumlah pemilik akun di Kompasiana.

Catatan

Buku ’66 Jurus Mabuk’ ditulis oleh penulis tulisan ini. Hitung-hitung promosi, hehehehe…

Demikian artikel ini semoga bermanjaat

——————————-

Sumber https://www.kompasiana.com/rumahkayu/552c65b76ea834be058b45a8/4-buku-tentang-menulis-yang-wajib-dibaca?page=3

Pemulis: Idrus Sppandi

Advertisements
Loading...

Leave a Comment: