Cara Mudah Meningkatkan Keterampilan Menulis Buku

  • 29 Juli 2020

Dua Kata Sederhana Yang Akan Membuat Keterampilan Menulis Anda Berkembang Pesat

Mungkin kita seringkali kagum pada keterampilan menulis seseorang yang semakin baik setiap hari sedangkan kemampuan kita masih jalan ditempat. Mungkin juga kita sering merasa iri pada penulis lain yang telah mampu menulis dengan lancar sedangkan kita menyusun paragraf menjadi bab saja sulitnya minta ampun. Atau mungkin juga kita sering merasa terpesona membaca buku  orang lain sedangkan buku kita belum rampung juga ditulis. Lalu kita bertanya, bagaimana, sih, cara menjadi penulis seperti mereka?

Jawabannya ada pada dua kata sederhana yang memiliki pengaruh besar ini: practice (latihan) yang massive (banyak). Mari saya tunjukkan sebuah contoh perbandingan.

Mengapa seorang bocah umur lima tahun di Amerika sana sangat lancar berbahasa inggris, padahal mereka tidak pernah belajar bahasa inggris di sekolah? Dan mengapa pula kita orang Indonesia, setelah  belajar bahasa inggris bertahun-tahun di kelas, masih banyak yang tidak bisa berbahasa inggris?
Dan lebih parahnya lagi, ternyata kita sering diajarkan oleh orang yang belum tentu juga menguasai bahasa inggris (walau sering mengaku sarjana bahasa inggris! Maaf numpang nyindir… he.. he…)

Contoh ini sama dengan perbandingan kita dan penulis sukses itu. Mengapa kita sering sekali merasa sulit menciptakan tulisan yang baik dan menarik? Dan mengapa pula penulis hebat itu sangat lihai menciptakan tulisan yang baik, menarik dan bahkan menggugah?

Jawabannya karena kita jarang sekali latihan menulis atau bahkan sering sekali merasa malas untuk melakukannya. Sedangkan penulis yang telah sukses itu telah menulis banyak hal dalam waktu yang lama. Mereka telah memutuskan untuk menulis setiap hari walaupun hanya beberapa menit. Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka untuk sesuatu yang mereka impikan sehingga mereka telah menjadi diri mereka yang sekarang. Hebat!
Felix Siauw  (Seorang Best Spiritual Motivator, Asli Palembang) dalam satu buku best sellernya, How To Master Your Habits, menuliskan,

“Bila seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa ataupun sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Inilah namanya pembentukan kebiasaan alias habits.”

Benar sekali Bang Felix, saya setuju bangets, keren. Bila kita banyak (massive) melatih (practice) minat kita maka dalam keadaan terpaksa ataupun sukarela, pasti kita bakal menguasainya. Apa yang ditulis Bang Felix ternyata sama dengan apa yang ditulis oleh Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers.

“Bahwa penguasaan dalam suatu bidang tertentu merupakan kunci utama dari kesuksesan, dan penguasaan tersebut hanya bisa diperoleh oleh seseorang jika telah melakukan latihan minimal 10.000 jam.”

Advertisements
Loading...

Ya, kita akan menguasai keahlian apapun yang kita minati setelah kita berlatih selama 10 ribu jam. Kalau dihitung-hitung, 10 ribu jam itu lebih kurang sama dengan satu tahun tiga bulan atau sekitar 15 bulan (24 jam x 450 hari = 10.800 jam). Tapi karena kita tidak mungkin full menulis 24 jam sehari, maka untuk menjadi ahli dalam waktu 15 bulan rasanya super berat.

Idealnya, sih, seseorang akan mencapai 10 ribu jam dan menjadi ahli menulis setelah berlatih 10 tahun. Itupun kalau dia rutin menulis 3 jam sehari. Perhitungannya begini (wah, jadi seperti belajar matematika ya): bila setahun kita menghabiskan waktu menulis 1.080 jam (3 jam x 360 hari = 1.080 jam). Maka untuk menggapai angka 1o ribu jam kita harus mengalikannya sepuluh. Jumlah jam dalam setahun, 1.080 jam dikali 10 tahun, hasilnya sama dengan 10.800 jam. Yap, kurang lebih begitu hitung-hitungannya.
Apakah ini adalah waktu yang sangat lama?
Yap, masalah lama atau sebentar tergantung kita menjalaninya dengan santai-mengalir. Tidak usah tegang, alami saja sembari mengerjakan aktifitas lain. Ambil cara mudahnya saja, jalan santai saja. Jangan lari sprint, nanti cepat bosan dan cepat patah arang .

Jadi bila kita ingin ahli melakukan suatu hal, dalam hal ini menulis, berarti kita harus berlatih menulis satu jam 3 setiap hari selama kurang lebih 10 tahun.
Bagaimana dengan saya?

Ketika saya telah menulis (practice) selama kurang lebih dua tahun (massive), maka saya baru bisa merasakan kemampuan dan keterampilan menulis saya bertambah bagus. Dan setelah saya menekuni dunia penulisan selam lebih dari 5 tahun, keahlian itu mulai tumbuh berkembang. Barulah setelah menulis lebih dari 10 tahun (saya mulai terjun menulis tahun 2004), saya bisa merasakan nikmatnya menulis.

Pikiran, perasaan dan tangan saya telah menyatu, ketiganya berjalan seiring seirama.  Saya bebas dari writing block. Saya bisa menulis dengan mengalir-lancar, tanpa kendala. Sama seperti saya bicara. Aktivitas menulis saya pun menjadi menyenangkan dan bergairah.  Mantap!

Jadwal menulis kita tentu tidak harus kaku. Artinya tidak harus selalu menulis 3 jam sehari, 4 jam sehari juga boleh. Atau hari ini kita menulis 4 jam, besok kita menulis 2 jam, misalnya, jug tidak apa-apa. Hari ini nulis 1 jam, besok nulis 1 jam tapi di akhir pekan kita ganti jam itu dengan menulis banyak sampai 5 jam, misalnya. Intinya kita harus komitmen dengan jadwal praktek agar kemampuan menulis kita terus terasah.

Anda pun bisa menjadi penulis hebat seperti penulis lain yang telah sukses itu, termasuk seperti saya, asal anda komitmen dengan diri anda dan harus mau latihan (practice) menulis dalam waktu yang lama (massive) dengan penuh kesungguhan. Tidak ada yang instan dan magic disini. Anda hanya perlu menekan diri anda untuk mau menulis setiap hari walaupun beberapa menit atau beberapa jam. Atur jadwal anda untuk mengisi minggu dan bulan anda dengan menulis. Anda harus bersedia menjalani prosesnya dengan tekun. Anda harus bisa menikmati suka dukanya dengan sabar sampai tulisan anda terbit dan bisa dibaca serta dinikmati banyak orang. Apakah anda siap?

Sekian artikel “Cara Mudah Meningkatkan Keterampilan Menulis Buku,” semoga bermanfaat.


Sumber  http://caramenulisbuku.com/keterampilan-menulis/cara-meningkatkan-keterampilan-menulis.htm#more-2161

Advertisements
Loading...

Leave a Comment: