Profile, Tugas & Alat-alat Humas

Profile, Tugas & Alat-alat Humas

Profil Petugas Humas

Memang tidak mudah menggambarkan profil petugas humas, namun dari beberapa referensi disebutkan enam criteria yang merangkum kualitas seseorang praktisi humas yang baik,meliputi hal-hal berikut ini.

1. Mampu menghadapi semua orang yang memiliki aneka ragam karakter dengan baik.
2. Mampu berkomunikasi dengan baik, menjelaskan segala sesuatu dengan jelas dan lugas, baik lisan maupun tertulis,atau bahkan secara visual.
3. Mampu mengorganisir segala sesuatu, termasuk dalam perencanaan prima.
4. Memiliki integritas personal,baik dalam profesi maupun kehidupan pribadi.
5. Mempunyai imajinasi.
6. Serba tahu, dalam hal ini adalah akses informasi yang seluas-luasnya.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan criteria ideal adalah kemampuan dalam hal manajemen, keterampilan, dan kepribadian. Gambaran umum tentang profil petugas humas dan kualifikasi yang dimilikinya haruslah orang yang cukup terampil, khususnya di bidang penulisan, mendengarkan, berbicara, membaca dan menggunakan alat-alat komunikasi lainnya.

PR harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai macam media dan memahami proses manajeman. PR harus memiliki kemampuan dalam memecahkan suatu masalah, dala mengambil keputusan, mengelola opini public, mengevaluasi kecenderungan perilaku dan respon public. PR juga harus memiliki selera dan perilaku yang baik tentang etika, simpati, dan empati, kepemimpinan, semangat, kreativitas dan imajiasi, kematangan/stabilitas kepribadian serta integritas pribadi.

Tugas Humas

Ada tiga tugas humas dalam organisasi/lembaga yang berhubungan erat dengan tujuan dan fingsi humas. Ketiga tugas tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menginterpretasikan, menganalisis dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik,kemudian direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan kebijakan organisasi/lembaga.

2. Mempertemukan kepentingan organisasi/lembaga dengan kepentingan publik. Kepentingan organisasi/lembaga dapat jadi jauh berbeda dengan kepentinga publik dan sebaliknya, namun dapat juga kepentingan ini jauh berbeda bahkan dapat juga kepentingannya sama.

3. Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga,khususnya yang berkaitan dengan publik. Tugas mengevaluasi program manajemen ini mensyaratkan kedudukan dan wewenang humas yang tinngi dan luas. Karena tugas ini dapat berarti humas memiliki wawanang untuk memberi nasehat apakah suatu program sebaiknya di teruskan ataukah ditunda/dihentikah.

Kegiatan Humas

Kegiatan merupakan implementasi dari tugas. Dengan demikian, kegiatan humas sebenarnya adalah implementasi dari tugas humas untuk mencapai tujuan humas dan menjalankan fungsi dan peranannya secara mennyeluruh.

Kegiatan humas pada hakikatnya adalah kegiatan berkomunikasi dengan berbagai macam simbul komunikasi, verbal maupun nonverbal. Kegiatan komunikasi nonverbal, sebagian besar adalah pekerjaan mulai dari menulis proposal, artikel, progress report, menulis untuk presentasi, menulis untuk pres (press realis), membuat rekomendasi dan lain sebagainya. Sedangkan verbal lisan antara lain jumpa pers, goert guide / open house, announcer, presenter,desk informations, dan sebagainya. Kegiatan komunikasi nonverbal meliputi penyelenggaraan pameran, seminar, special event, riset / penelitian, pers kliping, dan sebagainya.

ALAT-ALAT HUMAS
A. Iklan
Perbedaan mendasar iklan sebagai alat marketing dan iklan sebagai alat humas adalah dengan melihat pesan yang diiklankan. Selama pesan iklan berkaitan dengan prodok, maka dapat dikatakan saat itu iklan merupakan media/alat marketing. Namun, ketika iklan membawa pesan yang berkaitan dengan perusahaan, maka saat itu iklan merupakan alat atau media humas. Menurut Rhenald Klasik setidaknya ada empat jenis iklan korporat :

1. Public Relations Advertising
Yaitu iklan yang ditunjukkan kepada masyarakat dengan tujuan menjelaskan tentang suatu hal menyangkut pelayanannya. Misalnya: pindah gedung, keterlambatan pelayanan, permintaan maaf, ucapan terimakasih,dll.

2. Institusional Advertising
Iklan jenis ini bertujuan untuk memperkuat image dan awareness. Pesan-pesan yang disampaikan cenderung lebih filosofis. Misalnya, tentang kotribusi perusahaan terhadap masyarakat, tentang keberhasilan perusahaan, visi misi perusahaan, pelayanan masyarakat, dan sebagainya.

3. Corporate Identity Advertising
Yaitu jenis iklan yang menampilkan beberapa identitas perusahaan yang terdiri dari grafik logo, warna identitas, nama perusahaan dan desain fisik lainnya.

4. Recruitmenet Advertising
Bentuk, ukuran, desain, penggunaan kata-kata, dan kejujuran dalam iklan lowongan pekerjaan menjadi pertimbangan tersendiri bagi masyarakat untuk menilai reputasi perusahaan.
Selain iklan korporat, penjelasan tentang iklan dapat dijadikan sebagai alat humas untuk menjelaskan dengan fenomena bahwa iklan produk juga berimplikasi pada terbentuknya imagenegatif tentang perusahaan.

B. Pameran
Selain iklan pameran juga dapat digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan humas. Kegiatan pameran, baik yang diadakan sendiri maupun oleh organisasi lain, merupakan ajang publikasi yang baik. Disinilah humas memanfaatkan pameran untuk memperoleh publisitas. Petugas humas melobi pejabat atau tokoh masyarakat yang diminta membuka pameran untuk mengunjungi standperusahaannya Hal ini diharapkan pers dapat mengabadikan foto pejabat dengan latar belakangstand pameran kita kemudian untuk ditampilkan dalam media masa.

Namun, seperti halnya iklan, pameran juga memiliki implikasi yang buruk bagi kehumasan. Yakni bila stand pameran yang dibangun tidak mencermenkan wibawa perusahaan, penjaga stand yang tidak mencerminkan budaya organisasi,bahan-bahan pameran yang tidak mencerminkan kualitas produk,dan sebagainya.

C. Media Internal
Media internal atau dikenal dengan istilah majalah Ing-griya, perusahaan suatu terbitan yang ditunjukkan untuk publik internal (karyawan dan keluarga karyawan), berisi tentang beberapa informasi perusahaan, sifatnya top down maupun bottom up, tujuannya diciptakan untuk menciptakan kondisi yang well informed dan membina loyalitas antara karyawan dengan perusahaan.

D. Fotografi
Dalam humas, foto sangat diperlukan sebagai bahan publikasi, laporan, berita, iklan, maupun untuk kepentingan arsip/dokumentasi. Foto-foto ini diambil oleh fotografer yang professional dengan sutradara seorang humas yang terlatih. Humas harus tetap mengambil kemudi dalam hal pengambilan dan penyimpanan foto ini tentu ada alasannya. Karena bagaimanapun, foto yang digunakan untuk keperluan publikasi maupun yang lain mestinya tidak boleh bertentangan dengan terjaganya image perusahaan.

E. Film
Film bagi humas merupakan media komunikasi, instruksi, riset dan sebagainya. Melalui film humas dapat menyampaikan pesan-pesannya. Tidak hanya film documenter, film cerita pun merupakan media yang efektif. Semuanya mengajak masyarakat untuk memaklumi kelemahan-kelemahan profesionalnya, menghargai kejujuran, dan bertepuk tangan atas pengorbanannya. Artinya kembali tujuan film itu adalah membentuk image positif.

F. Pers
Termasuk dalam kelompok media massa adalah radio, televisi, surat kabar, majalah, dan buku. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan humas dalam hubungan ini adalah jumpa pers, press tour press clipping. Ada banyak keuntungan melakukan kegiatan berhubungan dengan pers. Tidak hanya memperoleh publisitas bila termuat di media mereka, melainkan humas juga dapat memposisikan pers sebagai sumber informasi dan evaluasi.
————————————
http://anggityawp.blogspot.co.id/2013/03/masih-soal-humas.html

Definisi Press Release Beserta Contohnya

Definisi Press Release Beserta Contohnya

Apa sih Press Release itu? Pasti banyak sobat yang ingin tahu penjelasannya, terutama karena sering sekali digunakan untuk promosi, branding, dan pencitraan oleh sebuah instansi. Tanpa basa basi lagi, ayo kita simak penjelasan Press Release berikut beserta contohnya.

Press release adalah tempat untuk memberikan info – info, berita, ataupun kegiatan – kegiatan yang lainnya melalui siaran pers, media rilis, pernyataan pers atau rilis video adalah komunikasi tertulis atau direkam diarahkan pada anggota media berita untuk tujuan mengumumkan sesuatu seolah-olah berita. Biasanya, mereka dikirim, fax, atau e-mail ke editor penugasan di surat kabar, majalah, stasiun radio, stasiun televisi, atau jaringan televisi.

Tom Kelleher menyatakan dalam bukunya, Public Relations Online: Konsep Abadi untuk Mengubah Media, bahwa “mengingat bahwa publik berita-driven Anda termasuk wartawan bonafide serta orang lain yang membaca dan melaporkan berita online, siaran pers istilah tampaknya bekerja lebih baik secara online dari siaran pers “. Fraser Seitel juga mengacu pada siaran pers sebagai, “kakek PR menulis kendaraan.” Website telah mengubah cara siaran pers yang disampaikan. Komersial, jasa fee-based press release distribusi, seperti layanan berita kawat, atau layanan website gratis co-ada, membuat distribusi berita lebih terjangkau dan meratakan lapangan bermain untuk usaha kecil. Website seperti memegang repositori siaran pers dan mengaku membuat berita perusahaan lebih menonjol di web dan dapat dicari melalui mesin pencari utama.

Penggunaan siaran pers umum di bidang public relations (PR). Biasanya, tujuannya adalah untuk menarik perhatian media yang menguntungkan untuk klien PR profesional dan / atau memberikan publisitas untuk produk atau peristiwa dipasarkan oleh klien-klien. Siaran pers menyediakan wartawan dengan subsidi informasi yang berisi dasar-dasar yang diperlukan untuk mengembangkan berita. Siaran pers dapat mengumumkan berbagai berita, seperti acara-acara terjadwal, promosi pribadi, penghargaan, produk dan layanan baru, penjualan dan data keuangan lainnya, prestasi, dll Mereka sering digunakan dalam menghasilkan cerita fitur atau dikirim untuk tujuan konferensi pers mengumumkan, acara mendatang atau perubahan dalam perusahaan. Penggunaan kritis atau berlebihan dari siaran pers oleh wartawan telah dijuluki churnalism.

Sebuah pernyataan pers adalah informasi yang diberikan kepada wartawan. Ini adalah pengumuman resmi atau rekening suatu berita yang khusus disiapkan dan dikeluarkan untuk surat kabar dan media berita lainnya bagi mereka untuk membuat dikenal masyarakat.

Contents
Ø Origins
Ø Elemen
Ø Model Distribusi

Origins
Artikel New York Times menerbitkan verbatim dari siaran pers Ivy Lee Rilis ivy Lee seperti yang muncul dalam The New York Times pada tahun 1906 Yang pertama siaran pers yang modern diciptakan oleh Ivy Lee, lembaga Lee bekerja dengan Railroad Pennsylvania pada saat Atlantic City kecelakaan kereta api 1906.. Ivy Lee dan perusahaan berkolaborasi untuk menerbitkan siaran pers pertama langsung kepada wartawan, sebelum versi lain dari cerita, atau pengandaian, dapat menyebar di antara mereka dan dilaporkan. Dia menggunakan siaran pers, selain mengundang wartawan dan fotografer untuk adegan sebagai sarana pembinaan komunikasi terbuka dengan media.
Public relations pelopor Edward Bernays kemudian disempurnakan penciptaan dan penggunaan siaran pers.

Elemen
Secara teknis, apa sengaja dikirim ke wartawan atau sumber media dianggap siaran pers itu adalah informasi yang dirilis oleh tindakan yang dikirim ke media. Namun, PR profesional sering mengikuti format standar yang mereka percaya adalah efisien dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan publisitas yang mereka inginkan. Format ini seharusnya membantu wartawan siaran pers terpisah dari metode komunikasi PR lainnya, seperti surat lapangan atau advisories media. Umumnya, tubuh PR terdiri dari 4 sampai 5 paragraf dengan batas kata antara 400 sampai 500.

Beberapa elemen struktur umum termasuk:
Ø Headline – digunakan untuk menarik perhatian wartawan dan singkat meringkas berita
Ø Dateline – berisi tanggal rilis dan biasanya kota yang berasal dari siaran pers

Jika tanggal yang Tercantum adalah setelah tanggal bahwa informasi itu benar-benar dikirim ke media, maka pengirim meminta embargo berita, wartawan yang berada di bawah kewajiban untuk menghormati. Pendahuluan – paragraf pertama dalam siaran pers, yang umumnya memberikan jawaban dasar untuk pertanyaan tentang siapa, apa, kapan, dimana dan mengapa. Butuh penjelasan lebih lanjut, statistik, latar belakang, atau detail lainnya yang relevan dengan berita. Boilerplate – umumnya pendek “tentang” bagian, memberikan latar belakang independen terhadap perusahaan penerbit, organisasi, atau individu. Tutup – di Amerika Utara, secara tradisional simbol “-30 -” muncul setelah boilerplate atau badan dan sebelum informasi kontak media, menunjukkan kepada media bahwa pembebasan telah berakhir. Sebuah setara lebih modern telah menjadi simbol. Di negara lain, cara lain untuk menunjukkan akhir rilis dapat digunakan, seperti kata “berakhir”. Media informasi kontak – nama, nomor telepon, alamat email, alamat surat, atau informasi kontak lainnya untuk PR atau media relations contact person lainnya.

Seperti Internet telah diasumsikan tumbuh menonjol dalam siklus berita, press release gaya penulisan telah berkembang tentu. Editor newsletter online, misalnya, sering kekurangan staf untuk mengkonversi siaran pers tradisional prosa menjadi lebih mudah dibaca, siap cetak copy. Siaran pers hari ini karena itu sering ditulis sebagai artikel jadi yang memberikan lebih dari sekedar fakta telanjang. Sebuah gaya, Format jurnalistik bersama dengan mungkin alur cerita yang provokatif dan kutipan dari kepala sekolah dapat membantu memastikan distribusi yang lebih luas di antara internet hanya publikasi mencari bahan yang cocok.

Model Distribusi
Dalam model distribusi tradisional, bisnis, kampanye politik, atau melepaskan informasi entitas lain kepada media menyewa agen publisitas untuk menulis dan mendistribusikan informasi tertulis kepada Newswires dan jaringan lain dari wartawan. Dalam model ini, bisnis ini pada akhirnya bertanggung jawab untuk kedua penciptaan konten dan keputusan untuk mendistribusikannya, yang membuat siaran pers yang diterbitkan sendiri. Namun, dalam industri, siaran pers diri diterbitkan adalah do-it-yourself melepaskan yang melewati jaringan distribusi Newswire mahal. Dalam pendekatan ini, yang populer dengan banyak bisnis yang sangat besar dan hampir universal di antara organisasi kecil hanya mencari perhatian media lokal, tenaga pemasaran bisnis sendiri menulis press release dan mengirimkannya langsung ke pilihan mereka surat kabar atau media lainnya pakaian. Meski sebelumnya dilakukan dalam skala kecil oleh individu atau mengirimkan fax pengumuman ke sejumlah kecil media lokal, pendekatan ini sekarang cenderung mengandalkan e-mail dan distribusi web. Beberapa model hybrid juga ada, yang membayar untuk distribusi melalui jaringan didirikan, tetapi jika tidak mengikuti model do-it-yourself.

Contoh 1 Press Release Green Day
Dalam rangka untuk menjadi bagian kebanggaaan masyarakat Garut, Green Life akan mengadakan Green day (kegiatan pelestarian linkungan) yang akan dilaksanakan pada hari Minggu 29 januari 2012 sebagai upaya pengurangan limbah dan sampah di lingkungan Garut. Lokasi kegiatan ini akan dilakukan dari alun – alun Garut yang akan dimulai dari pukul 08.00 – 15.00 WIB. Dalam acara tersebut juga ada berupa acara lomba jalan santai, hiburan musik, dan kumpul komunitas yang ada di daerah Garut.
Sebetulnya kegiatan pelestarian lingkungan sudah sering dilakukan oleh warga Garut, Namun sayang keberadaan sampah dan limbah tak terpakai masih tetap menjadi masalah.Kegiatan awal yang akan dilakukan oleh Green Life adalah mengkomunikasikan kembali tentang pelestarian lingkungan kapada masyarakat agar kesadaran akan pentingnya acara-acara seperti ini untuk dilakukan.
Selain itu Green Life juga akan mengajak pihak – pihak terkait seperti SKDP Garut, polhut Garut, satlantas Garut, radio, dan komunitas yang ada di Garut untuk ikut serta berpartisipasi di acara ini bukan hanya pada awal kagiatan saja tetapi juga diharapkan memiliki tanggung jawab dan kesadaran pada acara selanjutnya.

Contoh 2 Pelayanan Lebih Baik Dengan Cabang Baru
Jakarta, 20 Maret 2014. Dua tahun PT. Sinde Budi Sentosa berdiri telah mampu memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para konsumen kami sesuai dengan produk-produk yang kami tawarkan.
Guna terus memberikan pelayanan yang baik dan memuaskan pada konsumen, maka PT. Sinde Budi Sentosa memutuskan untuk membuka kantor cabang baru agar terus dapat meningkatkan kinerja perusahaan dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para klien kami.
Pembukaan kantor cabang baru PT. Sinde Budi Sentosa di Bandung akan dilaksanakan pada :
Hari : Kamis
Tanggal : 14 April 2013
Jam : 08.00 WIB
Tempat : Jln. Jendral Sudirman No. 42 Gedung Cempaka Lt. 112 Bandung
Acara : Peresmian kantor cabang baru PT. Sinde Budi Sentosa

Dengan dibukanya kantor cabang baru ini kami mengemban tanggung jawab untuk bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik lagi dari hari ke hari sesuai dengan cita-cita kami dalam menjadikan PT. Sinde Budi Sentosa untuk menjadi salah satu yang terbaik dalam bidang pelayanan kami.
Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi situs kami di www.sindebudi.com
Atau hubungi :
Alamat: Wisma SMR Lantai 7 Jl. Yos Sudarso Kav. 89, Jakarta, Indonesia 14350.
Nomor telepon: (021) 6507879
Email: customer_care@sindebudi.com

___________________________________
http://wajahilmu.blogspot.co.id/2014/05/definisi-press-release-beserta-contohnya.html

Hubungan Media Atau Media Relations Dalam Konteks Humas

Hubungan Media Atau Media Relations Dalam Konteks Humas

Hubungan Media Atau Media Relations Dalam Konteks Humas – Kegiatan seorang praktisi Humas yang selalu berhubungan dengan masyarakat atau stakeholder lainnya tentu harus memiliki suatu hubungan yang khusus pula dengan media massa yang selalu menjadi konsumsi bagi masyarakat. Era modern yang berkembang dengan pesat menuntut pula seorang Humas untuk lebih proaktif dalam membangun sebuah relasi yang baik dengan beberapa pihak media. Sebelum membahas lebih jauh, perlu menjelaskan sebenarnya apa itu Hubungan Media atau Media Relations dalam Konteks Humas ?

Pengertian Media Relations menurut para ahli :

Menurut Frank Jeffkins, 2000
Hubungan media adalah suatu usaha untuk mencari publikasi atau penyiaran yang maksimum atas suatu pesan atau informasi Humas dalam rangka menciptakan pengetahuan dan pemahaman bagi khalayak dari organisasi perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Philip Lesly, 1991
Media Relations adalah hubungan dengan media komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap kepentingan organisasi.

Menurut Yosal Iriantara, 2005
Media Relations merupakan bagian dari Public Relations Eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan baik dengan Media Massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dengan Publik untuk mencapai tujuan organisasi.

Jika disimpulkan dari beberapa teori diatas maka dapat disimpulkan jika Media Relations adalah “Suatu tindakan yang dilakukan oleh Praktisi Humas sebagai kegiatan Public Relations Eksternal dengan media massa (elektronik dan cetak) sebagai langkah – langkah untuk membangun hubungan baik dengan media massa yang nantinya akan berdampak pada pemberitaan informasi atau pesan dalam media massa itu sendiri guna mempertahankan citra positif dari suatu organisasi yang dinaunginya”

Tidak bisa dipungkiri jika ruang atau space dalam suatu media massa sangat terbatas setiap harinya, kita mengenal jika dalam media massa cetak yang menjadi ruang adalah jumlah halaman koran atau majalah sedangkan dalam media massa elektronik adalah waktu atau durasi penayangan. Ruang yang terbatas dalam media massa tentu tidak akan menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi seorang praktisi Humas jika dapat membina hubungan baik sejak awal dengan instansi – instansi media massa, karena dengan adanya hubungan yang baik maka kemungkinan pemuatan berita atau Press Release lebih besar.

Banyak metode yang digunakan Praktisi Humas dalam upayanya untuk membangun Media Relations yang baik dengan Media Massa, berikut metode – metodenya :

1. Konferensi Pers : metode ini sering sekali kita dengar, khususnya dalam dunia Media Elektronik Tv. Bagi seorang Humas Konferensi Pers sangat efektif untuk mengklarifikasi krisis atau isu yang terjadi dalam organisasi tersebut. Ciri – ciri dari Konferensi Pers biasanya diadakan dalam sebuah ruangan yang disitu telah ada beberapa awak media yang sengaja diundang oleh Humas guna menyebarkan informasi atau pesan yang disampaikan.

Bagi seorang Jurnalis konferensi pers tentu saja bermanfaat, sebab wartawan tidak perlu lagi mencari – cari berita atau mengejar narasumber yang tidak jelas keberadaannya. Metode Konferensi Pers menguntungkan bagi kedua belah pihak, bagi Humas dapat disalurkannya informasi atau pesan, sedangkan bagi jurnalis dapat bahan pemberitaan dengan mudah.

2. Resepsi Pers : menurut saya metode ini digunakan untuk menjalin hubungan informal antar humas dengan wartawan. Justru hubungan informal inilah yang dapat digunakan senjata bagi seorang humas ketika dituntut untuk cepat menginformasikan klarifikasi isu dalam media massa, sebab biasanya wartawan akan senang hati untuk mempublikasikan (bila dianologikan seperti hubungan teman sepermainan yang salah satunya sedang dalam posisi kesulitan). Resepsi Pers dilakukan dengan cara mengundang wartawan untuk datang pada waktu tertentu dan tempat tertentu untuk sekedar makan bersama dan berbincang – bincang kecil.

3. Kunjungan Pers : Metode Kunjungan Pers hampir sama yaitu mengundang wartawan untuk datang, yang membedakan adalah situasi yang sedang dihadapi oleh organisasi. Biasanya Kunjungan Pers diadakan ketika organisasi tidak sedang mengalami krisis atau minimal krisis yang terjadi sudah dapat diatasi. Tujuan dengan diadakannya Kunjungan Pers untuk mendorong praktisi jurnalis memberitakan suatu pemberitaan yang positif. Latar diadakannya Kunjungan Pers biasanya terjadi pada saat Promosi produk atau jasa baru, Company Visit guna memberitakan seluk beluk dari perusahaan untuk menghilangkan rasa penasaran masyarakat, atau dalam keadaan peresmian pejabat dan kantor baru.

4. Media Release : Metode ini sering kita dengan sebagai Press Release, yang dimaksud dengan Press Release adalah teks berita yang dibuat oleh praktisi humas mengenai isu atau pengenalan produk dan sosialisasi kebijakan kepada jurnalis dengan harapan akan dimuat dalam media massa. Tanpa adanya hubungan yang baik terlebih dahulu antara Humas dan Media Massa maka dapat dipastikan kecil kemungkinannya Press Release yang telah dikirimkan akan dimuat. Untuk itu ada baiknya seorang Praktisi Humas melakukan metode nomor 2 dan 3 terlebih dahulu untuk perkenalan.

Dalam penerapannya yang ada di Indonesia seringkali disalahartikan jika membangun hubungan baik dengan media massa harus melalui uang, mungkin memang ada beberapa oknum jurnalis yang meminta uang kepada humas guna peliputannya, tapi yang jadi pertanyaan adalah apakah relasi seperti itu dapat dikatakan baik ? menurut saya Humas dan Jurnalis adalah teman yang seharusnya saling membantu dan menguntungkan satu sama lain. Bukan bearti saya menyalahkan pihak Jurnalis, tapi kadang ada pula oknum humas guna kepentingan pemuatan berita menyogok pihak jurnalis. Ada baiknya jika oknum – oknum keduabelah pihak saling intropeksi diri.
_____________________________
http://ciptakanide.blogspot.co.id/2013/09/hubungan-media-atau-media-relations.html//galuh candra – Wednesday, 18 September 2013

Teori Pengharapan Nilai (Value-expectancy theory)

Teori Pengharapan Nilai (Value-expectancy theory)

Value-expectancy theory adalah salah satu teori tentang komunikasi massa yang meneliti pengaruh penggunaan media oleh pemirsanya dilihat dari kepentingan penggunanya. Teori ini mengemukakan bahwa sikap seseorang terhadap segmen-segmen media ditentukan oleh nilai yang mereka anut dan evaluasi mereka tentang media tersebut.

Teori ini merupakan tambahan penjelasan dari teori atau pendekatan “uses and gratifications” adalah dijelaskannya teori yang mendasarkan diri pada orientasi khalayak sendiri sesuai dengan kepercayaan dan penilaiannya atau evaluasinya.Intinya, sikap kita terhadap sejumlah media akan ditentukan oleh kepercayaan tentang penilaian kita terhadap media tersebut.

(Palmgreen dkk. dalam Littlejohn, 1996:345) membatasi gratification sought (pencarian kepuasan) berkaitan dengan apa yang diberikan media serta evaluasi kita terhadap isi media tersebut. Jika kita percaya bahwa film India dapat memberikan hiburan terhadap kita, dan kita menilai hiburan tersebut termasuk bagus (misalnya bersifat edukatif), maka kita akan mencari kepuasan dengan menonton film India tersebut sebagai hiburan. Itu contohnya. Juga sebaliknya, jika kita menilai film India sebaliknya dari itu, maka kita tidak akan menontonnya.

Film-film televovela dari Amerika Latin yang sekarang banyak ditayangkan oleh televisi swasta, banyak disukai oleh kaum hawa, terutama ibu-ibu rumah tangga. Itu sebuah fenomena. Dari fenomena tersebut, bisa diguga bahwa kaum hawa menilai positif kehadiran film-film tersebut. Padahal jika kita menilik alur ceritanya, banyak peristiwa budaya yang sama sekali tidak rasional dan bahkan sangat bertentangan dengan pola budaya di Indonesia. Dilihat dari aspek rasionalitas ceritanya juga sangat banyak yang aneh-aneh atau ganjil. Dramatisasinya sangat bertele-tele, dsb. Namun demikian, toh kaum hawa masih tetap menyukainya. Mungkin sebagian dari kita kaum laki-laki juga banyak yang menyukainya. Tampaknya masalah hiburan tidak selalu mempertimbangkan aspek rasionalitas dan logika cerita.

Contoh lain, bila kita percaya bahwa segmen gosip akan menghadirkan hiburan bagi kita, dan kita senang dihibur, maka kita akan memenuhi kepentingan kita dengan menonton/mendengar/ membaca acara gosip. Di pihak lain bila kita percaya bahwa bergosip itu termasuk bergunjing dan melihatnya sebagai hal yang negatif, dan kita tidak menyukainya, kita akan menghindar diri dari menonton/ mendengar/ membacanya.

Klandersman dalam value-expectancy theory nya menyatakan bahwa perilaku seseorang merupakan fungsi nilai (value) dari hasil yang diharapkan dari sebuah perbuatan. “Individual’s behavior is a function of the value of expected outcomes of behavior” (Klandersman,1997,h.26). Perilaku seseorang akan menghasilkan sesuatu, semakin tinggi nilai yang diharapkan, semakin tinggi pula keinginan untuk mewujudkan perilaku tertentu.

Teori ini mengandung dua komponen yaitu nilai (value) dari tujuan yang akan dicapai dan harapan (expectancy) agar berhasil mencapai tujuan itu. Dari dua komponen tersebut oleh Keller dikembangkan menjadi empat komponen. Keempat komponen model pembelajaran itu adalah attention, relevance, confidence dan satisfaction dengan akronim ARCS (Keller dan Kopp, 1987: 289-319). Model pembelajaran ini menarik karena dikembangkan atas dasar teori-teori belajar dan pengalaman nyata para instruktur (Bohlin, 1987: 11-14).
______________________________________________________________________________
http://www.himikomunib.org/2012/12/teori-pengharapan-nilai-expectacy-value.html

× Chat with Me