Seorang Pemimpin Harus Visioner dan Berkarakter

Seorang Pemimpin Harus Visioner dan Berkarakter

Visi kepemimpinan nasional menduduki porsi yang sangat penting dalam mempengaruhi keberhasilan suatu negara. Visi merupakan suatu pernyataan yang berisi arahan yang jelas tentang apa yang harus diperbuat organisasi atau negara di masa yang akan datang. Karena itulah, jika ingin menjadi seorang pemimpin, maka harus menjadi pemimpin yang visioner dan berkarakter. Hal tersebut dikemukakan oleh M. Afnan Hadikusumo, yang merupakan anggota DPD RI Perwakilan Provinsi DIY, selaku pembicara dalam acara Masa Ta’aruf (Mataf) Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa (2/9).

Afnan mengungkapkan, seorang pemimpin itu memang harus visioner. Sebab menurutnya, visi yang jelas dalam suatu kepemimpinan dan sesuai dengan kebutuhan organisasi, mampu menumbuhkan komitmen aparatur serta rakyatnya terhadap pekerjaan, dan mampu memupuk semangat untuk bekerja. Hal ini karena menumbuhkan rasa kebermaknaan di dalam kehidupan kerja aparatur, dan menjembatani keadaan organisasi masa sekarang dan masa depan, bagi sebuah organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting. “Satu cara yang mudah untuk melakukan visualisasi terhadap visi adalah dengan cara membayangkan apa yang kita inginkan untuk dicapai suatu organisasi di masa yang akan datang, dengan memiliki visi, pemimpin yang berada dalam suatu misi akan bersama-sama dengan timnya untuk berjuang sekuat tenaga dalam mencapai tujuan organisasinya,” ungkapnya.

Sejatinya, lanjut Afnan lagi, sebuah visi dengan sendirinya tidak dapat menciptakan pemimpin, namun pemimpin yang mempunyai visi dan memiliki kemampuan mengkomunikasi-kannya yang akan dapat mengembangkan banyak pemimpin baru untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dalam organisasi. “Setiap pemimpin memiliki tantangan dan masalahnya sendiri meskipun tantangan atau masalah tersebut tidak berdiri sendiri, akan tetapi rangkaian masa lalu dan juga masalah saat ini yang harus dipecahkan sekarang. Seorang pemimpin memang ditakdirkan untuk memecahkan masalah, makanya seorang pemimpin harus mau dan berani melakukan tindakan untuk memecahkan masalah, selain itu seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berfikir sistemik,” imbuhnya.

Selain itu, seorang pemimpin menurut Afnan juga haruslah memiliki karakter yang kuat dalam dirinya. Karena kepemimpinan, pada hakekatnya adalah sebuah proses yang akan membentuk seorang pemimpin dengan karakter dan watak yang jujur terhadap diri sendiri (integrity), bertanggungjawab (compassion), memiliki pengetahuan (knowledge), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dengan orang lain (confidence), dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication). “Kepemimpinan itu juga sebuah proses yang dapat membentuk pengikut (follower) yang didalamnya untuk patuh kepada pemimpin. Selain itu seorang pemimpin juga harus memiliki pemikiran kritis, inovatif, dan jiwa independen,” tambahnya.

Afnan kembali menambahkan, rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin yang bukan dari kekuasaannya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya, sehingga dapat mempengaruhi orang lain mengikuti kehendaknya secara sadar dan ikhlas. “Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar, melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang, dan kepemimpinan itu lahir dari proses internal,” tutupnya. (adm)

________________________________________

Dikutip dari: http://www.umy.ac.id/seorang-pemimpin-harus-visioner-dan-berkarakter.html

3 Hal Utama Dalam Kepemimpinan

3 Hal Utama Dalam Kepemimpinan

kepemimpinan merupakan proses terus menerus, selama Anda berada dalam lingkungan orang-orang. Kepemimpinan akan selalu berkembang dengan pola dan ragam macam caranya terkait dengan perkembangan umat manusia.

Secara garis besar dalam kepemimpinan ada 3 paramater utama, yakni

1. Kenali orang-orang Anda.
Pemimpin dan Manajer adalah perbedaan fungsi dan tanggungjawab dalam menjalani perannya. Seorang manajer adalah orang yang sangat mengerti stafnya, sedangkan pemimpin memahami orangnya. Bagi manajer, proses dan prosedur adalah raja, tahu fungsi dan tugas anak buah, apa yang harus mereka lakukan dan dimana melakukannya. Manajer hanya akan berlaku secara objektif dan sedikit terkait dengan hal-hal subjektif.

Sedangkan pemimpin merupakan orang yang paham, kenapa anak buahnya bekerja, apa yang menjadi motivasi mereka, dan apakah kegiatan mereka diluar pekerjaan. Sebagai pemimpin Anda tahu apa yang dibutuhkan anak buah dan diinginkannya.

2. Kepemimpinan Situasional.
Anda terkadang melakukan banyak percobaan karakter dan perilaku kepada anak buah, demi mendapatkan sikap yang paling tepat menghadapi satu-satunya anggota tim. Pemimpin mampu menyesuaikan dirinya dengan situasi apapun dan kepada siapapun.

Semisal pada saat ada anggota tim yang datang dengan tugas baru, maka Anda mampu menunjukkan kapasitas yang tinggi, rasa percaya diri, atau bahkan baru pertama kali melihatnya, namun Anda bisa membuat mereka berpikir akan menyelesaikan tugas. Walau kebanyakan orang hanya menguasai kompetensi dari satu atau dua hal, namun seorang pemimpin akan menggunakan pendekatan yang berbeda-beda pada orang yang sama. Inilah bedanya antara manajer dan pemimpin.

Seorang pemimpin akan mampu berada dalam beberapa kuadran kepemimpinan, yakni:
o Directing
o Coaching
o Supporting
o Delegating

3. Tim, Tugas dan Individu
Pemimpin akan memfokuskan waktunya pada tiga hal utama, yaitu : Fokus pada Tugas di tangannya, Manajemen Tim dan Pengembangan Individu. Inilah fokus kerja seorang pemimpin, menurut John Adair Head of Leadership Department di Masyarakat Industri Amerika.

Kebanyakan manajer akan bekerja berdasarkan proses dan prosedur yang ada, sesuai dengan tenggat waktu, dan pada akhirnya akan mengurangi potensi kreativitas tim. Kepemimpinan adalah pemberdayaan orang-orang Anda, sehingga akan diraih hasil yang jauh lebih besar.

Dengan mengenal orang Anda, maka seorang pemimpin akan tahu mana orang yang tepat bekerja pada bidangnya dengan efektif, merasa terlibat (engaged) dan termotivasi (motivated). Orang tersebut akan berpikir luas, mendorong diri sendiri dan sukses lebih besar.

Sungguh sederhana 3 hal penting dalam kepemimpinan, namun dampaknya cukup signifikan dalam organisasi Anda. Pendekatan yang brilian ini tidak sulit dilakukan, ketika Anda menjadikan posisi pemimpin adalah anugerah yang harus dibagikan. Membagi pengaruh Anda kepada masing-masing Individu tidak menjadikan Anda seorang pemimpin yang gagal, namun akan makin meningkatkan nilai kepemimpinan Anda.
_____________________________________________________________________________

3 Hal utama yang perlu Anda ketahui tentang Kepemimpinan