Revisi Lebih Dalam: Biarkan Tulisanmu Jatuh Ke dalam Rawa

Rawa adalah tempat misterius. Mereka dapat menelan objek-objek di suatu tempat dan kemudian menembakkannya ke permukaan di tempat lain. Dahan-dahan, binatang mati, bola tenis yang hilang mungkin tenggelam di bawah air dan kemudian muncul kembali bermil-mil jauhnya. Apa hubungannya dengan menulis?

Kadan-kadang, menulis perlu sekadar tenggelam di bawah air sesaat sehingga dapat muncul kembali di tempat lain. Dengan kata lain, ia perlu terjatuh ke dalam rawa. Jika kamu pernah merevisi sepotong tulisan berkali-kali, kemungkinan besar kesenangan dan kegairahan pertama yang mendorong menulis jadi hilang. Mungkin, proses menulis telah menjadi tugas yang menmbosankan, dan kamu berada pada satu titik saat kamu tidak dapat lagi mengetahui apakah mengubah sesuatu itu bagus atau buruk untuk tulisan itu. Jika kamu tidak dapat mengumpulkan antusiasme yang pernah kamu rasakan terhadap yang kamu tulis, itulah saatnya beristirahat.

Bentuklah “arsip rawa” tempat tulisanmu duduk bersantai selama seminggu, sebulan, atau bahkan lebih lama jika perlu. Saat kamu siap menyelesaikannya, buka arsip itu dan baca apa yang ada di sana. Kamu akan melihat titik terang. []

Sumber: disalin dari buku “Daripada Bete Nulis Aja!” karangan Caryn Mirriam-Goldberg, Ph.D., terbitan Kaifa for Teens, hal. 176.

Print Friendly
BACA JUGA:  Menulis tentang Hal Biasa

Komentar

Tanggapan :

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!
mautic is open source marketing automation -->