Kekuatan Pikiran, Cadangan dan Cara Mempertahankan Audiens

  • 31 Agustus 2020

Cadangan apakah yang harus dimiliki seorang pembicara?

Pemahaman yang umum dan khusus tentang topik yang dibawakannya, sikap selalu waspada dan kemampuan berpikir cepat di depan publik, juga penguasaan diri baik tubuh maupun mental.

Selain itu 4 poin penting mengenai cadangan yang dimaksud, seperti:

  1. Mengingat di Luar Kepala

Jika Anda tidak punya ide, jangan mempermainkan ucapan “eh” dan “ah” yang hampa, tetapi dapatkan ide baru dan jangan bicara sampai mendapatkannya. Tidak cukup hanya memiliki ide sekadarnya, Anda harus memiliki ide yang banyak, menunjukkan bahwa audiensi mendapatkan informasi terbaik dari pengamatan, bacaan, pengalaman, perasaan dan pemikiran Anda.

  1. Mata yang Melihat

Seseorang yang bijak mengatakan, “Dari seribu orang yang berbicara, hanya ada satu orang yang berpikir, dari seribu orang yang berpikir hanya ada satu orang yang melihat”.

Hanya sedikit orang yang dapat melihat ‘khotbah di dalam batu’ dan ‘buku dalam anak sungai yang mengalir’. Sir Philip Sidney memiliki pepatah, ‘Lihatlah ke dalam hatimu dan menulis’

  1. Otak yang Berpikir

Berpikir membutuhkan waktu, kesabaran, informasi yang luas serta pemikiran yang jernih. Definisi berpikir mengikuti kebiasaan merujuk pada kata kebiasaan. Kebiasaan yang muncul akibat melakukan suatu hal berulang-ulang.

Kebiasaan berpikir hanya bisa diperoleh dengan latihan yang gigih. Berpikir adalah latihan mental yang paling menarik dari semua jenis latihan mental.

  1. Membaca sebagai Stimulus untuk Berpikir

Saat ini, umum terjadi adalah mengecilkan manfaat membaca. Kita diajarkan bahwa tujuan membaca adalah menghindari keharusan berpikir untuk diri kita sendiri. Membaca harus menghibur, memberikan informasi, atau merangsang pikiran.

Jangan batasi bacaan Anda dengan apa yang sudah Anda ketahui atau Anda setujui. Dekati setiap topik dengan pikiran terbuka dan begitu yakin Anda telah memikirkannya secara menyeluruh dan jujur, miliki keberanian untuk memenuhi keputusan yang dicetuskan oleh pikiran Anda sendiri. Namun, jangan menyombongkan hal itu sesudahnya.

Mempertahankan Perhatian Audiens

Antusiasme berasal dari dua kata Yunani: en yang berarti dalam; dan theos yang berarti Tuhan. Antusiasme secara harfiah berarti Tuhan ada dalam diri kita. Orang yang antusiasme adalah orang yang berbicara seolah ia dimiliki oleh tuhan.

Pidato persuasif berasal dari hati ke hati, bukan dari pikiran ke pikiran. Ini merupakan fakta paling penting untuk diingat. Setiap waktu kita bicara tentang penentuan sikap orang-orang yang mendengarkan kita.

Jika kita lesu, mereka juga akan bersikap lesu, tetapi jika kita bersungguh-sungguh tentang apa yang kita katakan, mengatakannya dengan perasaan, spontan, kuat dan berkeyakinan, mereka pun akan bersemangat dengan apa yang kita sampaikan.

Berikut ada tiga penjelasan mengenai cara mempertahankan perhatian audiens:

  1. Milikilah Sesuatu Yang Sangat Ingin Anda Katakan

Inti dari pidato yang baik adalah bahwa pembicara benar-benar mempunyai sesuatu yang ingin dikatakan. Setiap pendengar yang cermat bisa mendeteksi apakah Anda bicara dari kesan luar saja atau apakah ekspresi Anda berasal jauh dari dalam diri Anda.

Carilah sumber tersembunyi yang terkubur dalam diri Anda. Carilah fakta dan penyebab dibalik fakta. Berkonsentrasilah hingga pada akhirnya Anda lihat bahwa semuanya terkondisi karena persiapan yang benar. Persiapan hati sama pentingnya dengan persiapan kepala.

  1. Bertindak Sungguh-sungguh

Untuk merasakan kesungguhan dan antusiasme, berdiri dan bertindaklah secara sungguh-sungguh. Berhentilah bersandar pada meja. Tegak dan bersikaplah tegap. Jangan buat banyak gerakan gugup yang akan memperlihatkan kurangnya ketenangan. Kendalikan diri Anda secara fisik.

Gunakan gerak tubuh yang empatik. Saat memberikan pidato di hadapan suatu kelompok besar, gunakanlah mikrofon. Aturlah mikrofon agar sejajar dengan mulut Anda. Bicaralah dalam nada suara alami Anda, tidak perlu berteriak di depan mikrofon.

  1. Cintai dan Ketahui Audiens Anda

Ahli pidato sekalipun bisa gagal berkomunikasi secara efektif jika audiens tidak memahami pesannya. Pilihlah kata-kata yang mudah dipahami audiens. Jika audiens Anda memiliki latar belakang teknis, maka Anda bisa memanfaatkan terminologi teknis. Audiens Anda akan dengan jelas memahami istilah-istilah tersebut.

Tetapi, jia Anda memberikan materi teknis kepada audiens yang tidak familiar dengannya, hindarilah bahasa teknis dan terjemahkanlah ke dalam kata-kata yang bisa mereka pahami.

Sekian dan Salam Sukses.

Public Speaking for Success by Dale Carnegie

—————————————————————-

Sumber http: http://publicspeakingacademy.co.id/blog/

Leave a Comment: